Langsung ke konten utama

Postingan

Di depan Musholla kompleks P4TK Matematika, Sleman,Jogyakarta

Belajar Sukses dari Matematika Sederhana

Belajar Sukses dari Matematika Sederhana "Dua narapidana melihat ke luar jendela penjara. Satu melihat indahnya bintang-bintang. Satunya lagi melihat lumpur menjijikkan. “ (Anthony de Mello) Masih ingat pelajaran matematika sederhana yang kita pelajari di sekolah dasar. Bisa jadi inilah yang sekarang kita ajarkan pada adik, anak, atau keponakan kita yang masih di TK ataupun SD. Pelajaran yang saya maksudkan adalah operasional hitung, penjumlahan, dan pengurangan. Ingatlah kembali pelajaran operasional hitung “tambah” dan“kurang” tersebut. Apakah yang bisa kita pelajari dan apa hubungannya dengan kesuksesan hidup kita. Jawabannya pun sederhana. Perhatikan, bentuk operasi hitung “penjumlahan” atau simbol“tambah” yang kita letakkan di setiap angka. Bagaimanakah hasil akhirnya? Hasil akhirnya selalu berubah menjadi angka yang lebih baik atau lebih tinggi nilainya. Jika dijumlahkan dengan angka yang positif, baik angka itu angka plus maupun minus, maka nilainya menjadi lebih baik. Seb...

Bank Soal

Pemanfaatan Media Sosial

Cara Memanfaatkan Social Media Untuk Kegiatan Pembelajaran Masih banyak guru beranggapan bahwa social media seperti facebook dan twitter mengganggu belajar siswa. Bahkan banyak sekolah yang alergi dengan adanya social media tersebut, sampai-sampai melarang siswanya untuk membawa HP. Padahal apabila seorang guru dapat memanfaatkannya, maka proses pembelajaran akan lebih menyenangkan. Contohnya begini, jika sebelumnya tanya jawab soal pelajaran hanya berlangsung di ruang kelas, maka dengan adanya social media, hal itu bisa dimungkinkan kapan saja dan dimana saja.  Bayangkan, bertanya soal PR atau tugas-tugas yang kurang jelas cukup melalui Twitter dengan me-mention guru, asyik bukan?  Atau jika ada rumus yang bikin pusing, bisa tanya ke teman yang jago matematika lewat FB. Agar penggunaan social media dapat digunakan tepat sasaran, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan guru untuk mengarahkan pemanfaatan social med...
ARTIKEL Mengenal Al-khowarizmi Bapak Aljabar Siapa yang belum pernah mendengar kata Aljabar? Setiap orang yang mengaku lulusan sekolah pasti pernah mendengarnya. Tapi apakah sebenarnya Aljabar itu? Sebagian orang langsung membayangkan sebagai hal-hal yang berhubungan dengan hitung-hitungan yang rumit. Tetapi ada juga yang menganggapnya sebagai permainan yang mengasikkan. “Asal tahu aturan-aturannya, aljabar itu asyik kok!” Di masa Anda sekolah, pasti Anda pernah diminta guru matematika Anda untuk menyelesaikan soal persamaan seperti ini: x +  6 = 12. Tentukan x ! Lalu Anda dan teman-teman Anda menunduk dan mulai mencoret-coret buku. Dan mungkin seperti inilah coretan Anda: x + 6 = 12 x = 12 – 6 Anda memindah 6, yang merupakan salah satu suku dari persamaan itu dari ruas kiri ke ruas kanan ( ruas kiri dan kanan batasnya adalah tanda sama dengan). Nah, disini berarti Anda telah melakukan suatu’Al jabr’. Al Jabr berarti proses memindahkan suku-suku keseberang t...
 PELARI DAN PENDAKI Pelari Marathon atau Pendaki Gunung? Bandingkanlah gaya pelari marathon ini dengan gaya seorang pendaki gunung. Saya ingat, saya pun pernah punya berkesempatan mendaki gunung. Sungguh pengalaman yang agak berbeda dengan pengalaman jadi pelari marathon. Dalam mendaki gunung, kami memang punya tujuan yang harus dicapai, yakni puncaknya. Tetapi, sepanjang perjalanan, kami bisa bernyanyi-nyanyi, saling bercerita bahkan sesekali berhenti sejenak jika ada sesuatu yang menarik untuk dinikmati. Sungguh menyenangkan berkesempatan menikmati satu demi satu tempat yang kami lalui. Dan inilah metafora yang saya anggap mewakili orang yang hidupnya bisa bergerak dari ‘moment’ ke ‘moment’. Nah,ditempat diklat ICT ke 2 ini merupakan gambaran saya sebagai “ pendaki gunung” yang mencoba mengejar kawan-kawan yang dengan gaya “pelari” .Inilah saya mengadaptasikan berbagai kegiatan yang sebenarnya berat,tapi terasa ringan.betapa tidak,ditempat ini penuh keakraban dan...
Rahasia Angka 19 Dalam Al Qur’an 13 Komentar Setiap muslim pasti meyakini kebenaran Quran sebagai kitab suci yang tidak ada keraguan sedikitpun, sebagai petunjuk bagi orang-orang yang bertaqwa. Namun  kemukjizatan Quran  tidak hanya dibuktikan lewat kesempurnaan kandungan, keindahan bahasa, ataupun kebenaran ilmiah yang sering mengejutkan para ahli. Suatu kode matematik yang terkandung di dalamnya misalnya, tak terungkap selama berabad-abad lamanya sampai seorang sarjana dari Mesir bernama Rashad Khalifa berhasil menyingkap tabir kerahasiaan tersebut. Hasil penelitiannya yang dilakukan selama bertahun-tahun dengan bantuan komputer ternyata sangat mencengangkan. Betapa tidak, ternyata didapati bukti-bukti surat-surat atau ayat-ayat dalam Quran serba berkelipatan angka 19. Penemuannya tersebut berkat penafsirannya pada Al Qur’an surat Al Muddatstsir ayat : 30-31, yang artinya : “Di atasnya ada sembilanbelas (malaikat penjaga). Dan tiada Kami jadikan ...