Langsung ke konten utama

Manusia dan Monyet

Teori Darwin mengatakan bahwa manusia bersal dari monyet. Tapi kita sebagai orang muslim tidak harus mempercayai teori tersebut sebab menurut Al-qur'an bahawa manusia pertama diciptakan adalah Nabi Adam A.S. Kita sebagai manusia sebenarnya punya akal fikiran yang diberikan Tuhan-Nya untuk lebih baik dari waktu yang telah lalu dengan kata lain kita sebagai manusia harus punya perubahan yang lebih baik dari hari yang dilalui. Kalau kita berfikir logis kita tidak akan sama dengan monyet, contoh yang sangat sederhana. Ketika saya tahun 1975 masih kelas satu sekolah dasar masih belum dapat membaca baik huruf latin maupun baca Al-Qu'an, dan ketika itu juga saya melihat yang namanya DOGER MENYET, si monyet oleh tuannya disuruh pakai payung, main roda atau hal lainnya yg tidak beda dengan Doger menyet yang saya lihat sekarang ini yang dimainkan hanya seperti saya ketika tahun 1975 dengan kata lain itu si doger monyet tidak ada perubahan. Nah kalau saya bandingkan ketika saya tahun 1975 belum bisa membaca dan menulis, tetapi sekarang saya sudah dapat membaca dan menulis bahkan sebagian yang namanya persoalan matematika sekolah menengah saya dapat selesaikan, nah dapat kita simpulkan bahwa monyet bukan merupakan nenek moyang yang si Darwin asumsikan, karena monyet tidak statis tidak punya perubahan secara akal dan fikiran sedangkan manusia itu harus berubah secara jiwa dan raga serta akal fikirannya untuk kebaikan demi kelangsungan hidup yang lebih baik.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rahasia Angka 19 Dalam Al Qur’an 13 Komentar Setiap muslim pasti meyakini kebenaran Quran sebagai kitab suci yang tidak ada keraguan sedikitpun, sebagai petunjuk bagi orang-orang yang bertaqwa. Namun  kemukjizatan Quran  tidak hanya dibuktikan lewat kesempurnaan kandungan, keindahan bahasa, ataupun kebenaran ilmiah yang sering mengejutkan para ahli. Suatu kode matematik yang terkandung di dalamnya misalnya, tak terungkap selama berabad-abad lamanya sampai seorang sarjana dari Mesir bernama Rashad Khalifa berhasil menyingkap tabir kerahasiaan tersebut. Hasil penelitiannya yang dilakukan selama bertahun-tahun dengan bantuan komputer ternyata sangat mencengangkan. Betapa tidak, ternyata didapati bukti-bukti surat-surat atau ayat-ayat dalam Quran serba berkelipatan angka 19. Penemuannya tersebut berkat penafsirannya pada Al Qur’an surat Al Muddatstsir ayat : 30-31, yang artinya : “Di atasnya ada sembilanbelas (malaikat penjaga). Dan tiada Kami jadikan ...

Bank Soal

Pengetahuan dan Pengalaman baru belajar dari intisari pemikiran Ki Hajar Dewantara

Oleh : Slamet Sugianto Calon Guru Penggerak Angkatan 3                      Belajar di pendidikan Calon Guru Penggerak ini ,saya dan peserta yang lain di tuntun belajar secara mendalam tentang pemikiran-pemikiran Ki Hajar Dewantara, baik berupa penugasan atau diskusi-diskusi yang difasilitasi oleh fasilitator, sehingga pengetahuan dan pengalaman baru dapat saya peroleh sebagai pendidik dan pembelajar. Pengetahuan yang baru yang dapat saya peroleh diantaranya saya dapat memahami intisari pemikiran Ki Hajar Dewantara terhadap pendidikan. Pengetahuan tersebut diantara adalah hakikat pendidikan, pengertian pendidikan, serta filsafat pendidikan atau filsafat pendidikan among. Bahkan Ki Hajar Dewantara memaknai pendidikan sebagai alat perjuangan kebudayaan. Sedangkan sistem Among Ki Hajar Dewantara ialah sistem pendidikan berjiwa kekeluargaan dan bersendikan 2 dasar, yaitu:         1. Kodrat alam se...